Sunat Bayi

pacica SUNAT BAYI Meskipun ada beberapa perdebatan mengenai apakah dalam Islam sunat merupakan persyaratan agama, sunat (disebut khitan) dipraktekkan hampir secara universal oleh pria Muslim. Islam mendasarkan praktek sunatnya pada narasi Kejadian 17, pasal Alkitab yang sama yang disebut oleh orang-orang Yahudi. Prosedur ini tidak disebutkan secara eksplisit dalam Quran, namun itu adalah tradisi yang ditetapkan oleh Nabi Muhammad secara langsung, sehingga prakteknya sangat penting dalam Islam. Bagi umat Islam, sunat juga soal kebersihan. Tidak ada kesepakatan di antara masyarakat Islam tentang usia di mana sunat harus dilakukan. Ini dapat dilakukan dari segera setelah lahir sampai sekitar usia 15 tahun, tetapi paling sering dilakukan di sekitar enam sampai tujuh tahun. Waktu tersebut bisa sesuai dengan selesainya anak itu dari bacaan seluruh Quran. Sunat dapat dirayakan dengan keluarga atau acara komunitas. Dari segi kesehatan medis sunat bermanfaat sebagai pendeteksi dini kelainan pada penis, penis akan bersih dari kotoran-kotoran, pencegah penyakit kelamin seperti Infeksi saluran kencing (ISK), pencegahan penularan penyakit HIV/AIDS, mencegah terjadinya Kanker Penis. Sunat bagus untuk kesehatan pria. Tindakan medis itu bisa dilakukan sejak usia bayi hingga kakek-kakek. Tapi untuk idealnya, akan lebih baik jika dilakukan pada bayi baru lahir. Ahli Bedah Urologi Dr Johan R Wibowo SpBU menjelaskan, sebenarnya tak ada batasan usia yang ideal untuk melakukan sunat. Berapapun usianya pria bisa disunat. "Dari bayi bisa disunat asal nggak ada gangguan seperti bayi kuning atau sesak napas. Nggak ada batasan waktunya, semaunya saja. Kakek-kakek juga bisa," kata Dr Johan saat dihubungi Liputan6.com, Jakarta, Kamis (27/6/2013). Ia menyontohkan, di Amerika Serikat banyak yang memilih sunat ketika masih bayi. Selain rasa sakit kurang, darah yang keluar juga lebih sedikit. "Bayi yang baru lahir disunat pendarahannya jadi sedikit, rasa sakitnya juga belum berat," ujarnya. Dr Johan mengatakan, dari segi medis sunat itu bisa mencegah berbagai penyakit seperti kanker penis. Soalnya, di bawah kulup itu bisa menjadi tempat bersarangnya kotoran bekas urine. "Tujuan sunat itu untuk kebersihan, untuk mencegah kanker penis". Usia Bayi Sunat Seperti dikutip justthefactsbaby, waktu terbaik bayi yang disunat pada usia 24 dan 72 jam. Namun, dokter tak akan merekomendasikan sunat jika ada gangguan kesehatan. Dalam beberapa hari pertama usai kelahiran, bayi cenderung kurang berdarah dan kurang rewel selama sunat. "Semakin lama Anda menunggu, semakin tinggi risiko anak Anda membutuhkan jahitan untuk menghentikan pendarahan," ujar Dr Rui Martins, seorang dokter di Toronto. Menurutnya, semakin lama sunat dilakukan anak-anak sudah bisa memiliki memori rasa sakit. Sementara sebelum usia dua minggu, bayi belum memiliki memori."Sistem saraf pusat belum dewasa sebelum usia dua minggu yang membuat bayi belum memiliki memori". Sementara itu, Dr Joao Pipi Salle, Ahli Urologi Pediatrik di Sick Kids Hospital di Toronto, mengatakan, usai anak berusia dua minggu akan menjadi lebih sadar dan mengalami ketidaknyamanan yang lebih besar jika disunat. Pada usia satu bulan saja, bayi sudah tahu sakit dan trauma. "Secara teknis tak ada perbedaan antara melakukan sunat pada enam bulan dan sembilan bulan," kata Dr Pipi Salle. Ketika bayi di sunat di atas dua minggu, lanjut Dr Pipi Salle, memerlukan anastesi umum. "Kebanyakan dokter tidak suka menyunat anak di bawah usia lima tahun. Ketika sunat, Anda harus melakukannya benar-benar di awal atau menunggu," ujar Dr Pipi Salle. Secara umum manfaat sunat pada bayi, batita dan balita adalah: proses penyembuhan luka sangat cepat karena pembuluh darah pada usia 0-5 thn msih kecil, lebih sehat sejak dini karena tidak ada smegma, efek trauma psikologis lebih rendah, sebagai terapi kelainan kencing pada bayi. Mengenai sunat bayi yang sudah banyak dilakukan oleh para orang tua khususnya di Indonesia masih menjadi dilematis bagi sebagian orang tua di Indonesia juga. Ini didasari oleh rasa ketidaktegaan pada anak, adanya mitos-mitos yang berkembang ditengah masyarakat tentang sunat bayi misalnya mitos jika terlalu cepat sunat maka anak tersebut akan mengalami gangguan pertumbuhan pada anak. Ada mitos yang mengatakan jika terlalu cepat sunat maka, pertumbuhan badan anak akan tumbuh semakin besar, dan ada juga yang mengatakan bahwa jika cepat sunat maka pertumbuhan si anak akan melambat (Kerdil). Mitos-mitos ini akan terbantahkan jika masyarakat faham akan ilmu pertumbuhan dan perkembangan pada anak dipengaruhi oleh beberapa factor diantaranya: Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan Pertumbuhan dan perkembangan merupakan dua proses yang berjalan sejajar dan berdampingan. Jadi proses pertumbuhan dan perkembangan tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lain. Setiap makhluk hidup mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan. Misalnya yang terjadi pada diri kita, kalau diamati keadaan ketika bayi sangat berbeda dengan keadaan saat ini. Pertumbuhan adalah proses pertambahan ukuran yang tidak dapat kembali ke asal (irreversibel), yang meliputi pertambahan volume dam pertambahan massa. Selain disebabkan pertambahan ukuran sel, pertumbuhan juga terjadi karena pertambahan jumlah sel. Contohnya bayi yang baru lahir ukurannya + 45 cm dengan berat badan + 3 kg. Setelah mengalami pertumbuhan, tinggi badan dapat mencapai lebih dari 150 cm dan berat badan lebih dari 30 kg. Perkembangan adalah proses menuju tercapainya kedewasaan. Pada tingkat seluler, perkembangan dapat berupa diferensiasi sel-sel yang baru membelah membentuk jaringan yang menyusun organ tertentu. Pada tumbuhan perkembangan ditandai dengan munculnya bunga atau buah. Sedang pada hewan dan manusia ditandai dengan kematangan organ reproduksi sehingga siap untuk menghasilkan keturunan. Perkembangan juga menyebabkan perkembangan psikis dari usia bayi, anak-anak, dan menjadi dewasa. Kalau kamu perhatikan, tinggi dan besar badanmu bisa jadi berbeda bila dibandingkan dengan teman-teman sekelasmu. Padahal usia kalian hampir sama, dengan kata lain waktu tumbuh dan berkembangnya hampir sama. Mengapa bisa demikian? Hal ini disebabkan karena pertumbuhan dan perkembangan dipengaruhi oleh berbagai faktor. Karena ada perbedaan faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan, tinggi dan besar badan teman-teman sekelasmu bisa berbeda-beda. Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan danperkembangan dapat dibedakan menjadi faktor dari dalam dan faktor dari luar tubuh. Faktor-faktor apa saja yang dapat mempengaruhinya? Untuk mengetahuinya, pelajarilah uraian berikut ini dengan baik. 1. Faktor Dalam (Internal) Faktor dalam yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan berasal dari dalam tubuh makhluk hidup sendiri. Yang termasuk kategori ini adalah faktor gen dan keadaan hormonal. a. Gen Gen adalah substansi/materi pembawa sifat yang diturunkan dari induk. Gen mempengaruhi ciri dan sifat makhluk hidup, misalnya bentuk tubuh, tinggi tubuh, warna kulit, warna bunga, warna bulu, rasa buah, dan sebagainya. Gen juga menentukan kemampuan metabolisme makhluk hidup, sehingga mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangannya. Hewan, tumbuhan, dan manusia yang memiliki gen tumbuh yang baik akan tumbuh dan berkembang dengan cepat sesuaidengan periode pertumbuhan dan perkembangannya. Meskipun peranan gen sangat penting, faktor genetis bukan satu-satunya faktor yang menentukan pola pertumbuhan dan perkembangan, karena juga dipengaruhi oleh faktor lainnya. Misalnya tanaman yang mempunyai sifat unggul dalam pertumbuhan dan perkembangannya, hanya akan tumbuh dengan cepat, lekas berbuah, dan berbuah lebat jika ditanam di lahan subur dan kondisinya sesuai. Bila ditanam di lahan tandus dan kondisi lingkungannya tidak sesuai, pertumbuhan dan perkembangannya menjadi kurang baik. Demikian juga ternak unggul hanya akan berproduksi secara optimal bila diberi pakan yang baik dan dipelihara di lingkungan yang sesuai. b.Hormon Hormon merupakan zat yang berfungsi untuk mengendalikan berbagai fungsi di dalam tubuh. Meskipun kadarnya sedikit, hormon memberikan pengaruh yang nyata dalam pengaturan berbagai proses dalam tubuh. Hormon yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan pada makhluk hidup beragam jenisnya. 2. Faktor Eksternal (Faktor Luar) a.Makanan atau Nutrisi Makanan merupakan bahan baku dan sumber energi dalam proses metabolisme tubuh. Kualitas dan kuantitas makanan akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup. Karena sedang dalam masa pertumbuhan, kamu harus cukup makan makanan yang bergizi untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan tubuhmu. Zat gizi yang diperlukan manusia dan hewan adalah karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral. Semua zat ini diperoleh dari makanan. Sedangkan bagi tumbuhan, nutrisi yang diperlukan berupa air dan zat hara yang terlarut dalam air. Melalui proses fotosintesis, air dan karbon dioksida (CO2) diubah menjadi zat makanan dengan bantuan sinar matahari. b. Suhu Semua makhluk hidup membutuhkan suhu yang sesuai untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangannya. Suhu ini disebut suhu optimum, misalnya suhu tubuh manusia yang normal adalah sekitar 37°C. Pada suhu optimum, semua makhluk hidup dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Hewan dan manusia memiliki kemampuan untuk bertahan hidup dalam kisaran suhu lingkungan tertentu.. c. Cahaya Cahaya berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup. Manusia juga membutuhkan cahaya matahari untuk membantu pembentukan vitamin D. d. Air dan Kelembapan Air dan kelembapan merupakan faktor penting untuk pertumbuhan dan perkembangan. Air sangat dibutuhkan oleh makhluk hidup. Tanpa air, makhluk hidup tidak dapat bertahan hidup. Air merupakan tempat berlangsungnya reaksi-reaksi kimia di dalam tubuh. Tanpa air, reaksi kimia di dalam sel tidak dapat berlangsung, sehingga dapat mengakibatkan kematian.
  •   Graha Pena Fajar, Lt. 1
         Kav. 100-H (Fly Over)
         Jln. Urip Sumoharjo No.20
         Makassar - Indonesia
  •   +62411 211 4922
  • info@pacica.co.id
..........